Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

Ku Nanti Kau di Sudut Dermaga

Sekali lagi, satu senja lagi . Dengan sinar jingga yang membias ke mega merah. Dan garis cakrawala yang membentang diujung samudera. Masih disudut dermaga, berdua, dengan perasaan yang dirundung duka. Aku masih meratapi semuanya,   meratapi hal yang semestinya tak lagi terjadi padaku. Aku masih bersiteru dengan kenyataan, kenyataan yang semestinya tak lagi kualami. Dan aku masih mempertanyakan semuanya. Mempertanyakan janji-janji yang dulu ia ucapkan, janji-janji yang kini seakan mengekor bersama mentari yang tenggelam di ufuk barat. Entah, bagaimana aku menjelaskan perasaanku saat ini. Perasaan yang seperti tak mengenal tuannya, dan tak mengetahui kemana arahnya. Satu, dua kapal ferri melintasi lautan dihadapanku. Besar, nan gagah bentuknya. Entah mengapa tiba-tiba saja pelupuk mata ini seakan merasakan gerimis kesedihan. Ya, aku mengingat sesuatu. Dulu, dia pernah berjanji akan mengajakku datang ke dermaga ini untuk melihat kapal-kapal besar yang melintasi lautan dengan gagah...