Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

Mengenal Bystander Effect

Pernahkah kamu berada dalam situasi di mana seorang nampaknya membutuhkan bantuanmu, tetapi kamu tidak menolongnya? Kamu merasakan keraguan dan justru berpikir orang-orang di sekitarmu yang akan menolong orang tersebut? Hati-hati bisa jadi itu yang dinamakan bystander effect . Bystander effect dapat diartikan sebagai situasi di mana orang hanya memilih untuk menjadi pengamat atau menyaksikan sesuatu yang terjadi tanpa melakukan tindakan apapun untuk membantu atau mencegahnya. Bystander effect merupakan fenomena dalam psikologi sosial yang dikemukan oleh Bibb Latan é dan Jon Darley karena kasus pembuhuhan Catherine “Kitty” Genovese pada 1964 di New York City. Salah satu fenomena bystander effect yang sering ditemukan saat ini yaitu ketika terjadi kecelakaan. Bukannya menolong, orang-orang yang menghentikan kendaraannya justru hanya menonton korban dan berpikiran kalau ada orang lain yang akan menolongnya. Namun, karena semua yang menonton berpikir demikian, alhasil tidak ada...

Are you people pleaser?

Menjadi people pleaser atau orang yang kerap menyenangkan orang lain sekilas terdengar positif ya? Tapi ternyata tak selamanya menjadi people pleaser itu positif lho. Pasalnya, beberapa tindakan yang dilakukan people pleaser dapat berdampak buruk khususnya bagi diri mereka sendiri. People pleaser adalah sebutan bagi orang yang selalu berhasrat untuk meyenangkan orang-orang di sekitarnya dan cenderung melakukan segala hal supaya tidak mengecewakan mereka. Menurut seorang psikolog, Susan Newman , people pleaser akan meletakkan kepentingan orang lain di atas kepentingan mereka sendiri. Untuk menyenangkan orang lain, people pleaser harus mengorbankan kepentingan dan menomor sekiankan prioritas dalam diri mereka. Godaan menjadi people pleaser tentunya dapat menjadi halangan utama untuk mencintai diri mereka sendiri. Pasalnya meskipun menjadi orang yang disukai, tetapi menjadi people pleaser akan membuat mereka mudah dimanfaatkan orang lain. Well , untuk mengetahui pe...

Self-care; Sebuah Cara untuk Peduli Terhadap Diri Sendiri

“Sebelum peduli terhadap orang lain, terlebih dahulu kita harus peduli terhadap diri sendiri.” Terdengar egois? Sebagian orang memang berpikir demikian. Tapi tahukah kalau idealnya memang kita harus peduli terhadap diri sendiri sebelum peduli terhadap orang lain. Sebab sikap kita terhadap orang lain tanpa disadari adalah bentuk dari refleksi terhadap diri kita sendiri. Self-care dapat membantu kita untuk tetap sehat baik secara fisik maupun mental. Selain itu self-care juga membantu kita untuk menghargai dan mencintai diri sendiri lebih dalam lagi. Seberapa penting self-care untuk diri kita? Apabila ada pertanyaan demikian maka jawabannya “sangat penting”. Diri kita membutuhkan perhatian dan perawatan baik dari segi fisik maupun mental guna menjadi pribadi yang lebih positif dan produktif. Apalagi di tengah aktivitas yang semakin padat dan membuat penat. Dengan terbangunnya self-care , kita bisa merasakan tumbuh dan berkembang dengan cara yang lebih santai dan bahagia. B...

Menata Hati, Introspeksi Diri

Bukan hanya aplikasi, iman juga perlu di- upgrade lho إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ Iman berarti percaya atau membenarkan (segala sesuatu yang tidak kasat mata). Lebih dari itu, iman juga bisa diartikan sebagai sebuah kepercayaan yang harus diucapkan dengan lisan dan dibuktikan dengan perbuatan. Secara dong , setiap kepercayaan dan pembenaran perlu ada bukti yang menguatkan bukan? Ya, begitu pun dengan iman. Dalam Al-Aqidah Ath-Thahawiyah , Imam Ath-Thahawi menyatakan bahwa iman adalah pembenaran dengan hati, ikrar dengan lisan dan amalan dengan seluruh anggota badan. Jadi, menurutnya kesempurnaan iman dapat tercapai apabila ketiga hal tersebut telah ada dalam diri seseorang. Bukan hanya aplikasi, iman juga perlu di- upgrade lho . Mengapa ya? Apakah keimanan dalam diri seseorang akan ‘kadaluarsa’ ? layaknya aplikasi yang tidak bisa dibuka kalau tidak di- upgrade ? Ya, kita perlu sadar kalau kita ini hanyalah manus...