Are you people pleaser?


Menjadi people pleaser atau orang yang kerap menyenangkan orang lain sekilas terdengar positif ya? Tapi ternyata tak selamanya menjadi people pleaser itu positif lho. Pasalnya, beberapa tindakan yang dilakukan people pleaser dapat berdampak buruk khususnya bagi diri mereka sendiri.

People pleaser adalah sebutan bagi orang yang selalu berhasrat untuk meyenangkan orang-orang di sekitarnya dan cenderung melakukan segala hal supaya tidak mengecewakan mereka. Menurut seorang psikolog, Susan Newman, people pleaser akan meletakkan kepentingan orang lain di atas kepentingan mereka sendiri.

Untuk menyenangkan orang lain, people pleaser harus mengorbankan kepentingan dan menomor sekiankan prioritas dalam diri mereka. Godaan menjadi people pleaser tentunya dapat menjadi halangan utama untuk mencintai diri mereka sendiri. Pasalnya meskipun menjadi orang yang disukai, tetapi menjadi people pleaser akan membuat mereka mudah dimanfaatkan orang lain.

Well, untuk mengetahui people pleaser lebih dalam kita bisa sama-sama menyimak tanda-tanda berikut ini. Jangan-jangan salah satu tandanya ada di dalam diri kamu.

Pertama, people pleaser akan sulit menolak permintaan orang lain dengan mengatakan “tidak”. Alhasil mereka pun selalu mengatakan “iya” (bahkan terhadap banyak hal) padahal sebenarnya mereka keberatan. People pleaser takut dan khawatir jika dibenci dan dijauhi akibat menolak permintaan orang-orang di sekitarnya. Selain takut dibenci dan dijauhi, alasan mereka selalu berkata “iya” adalah karena “ngga enakan”. Hmm.. Even, perlu kamu tahu juga ya kalau menolong orang itu memang hal yang baik tapi tetap perlu ada batasan. Karena satu, kamu bukan manusia sempurna yang bisa melakukan segalanya dan dua, kamu juga berhak menentukan apapun yang harus dan ngga harus dilakukan.

Kedua, kebanyakan people pleaser akan merasa bertanggungjawab atas perasaan orang lain dan merasa khawatir dengan pemikiran orang lain. Memang sih sebisa mungkin kita harus menghindari perbuatan atau perkataan yang akan menyakiti hati dan perasaan orang lain. Tapi please deh ngga perlu sampai berlebihan. Ngga perlu merasa jadi orang paling bersalah sedunia karena mengucap satu kalimat yang sebenarnya ngga terlalu bermasalah. Jangan sampai karena kejadian itu membuatmu gelisah berlebihan, merasa bersalah sepanjang hari, dan lain sebagainya. Padahal belum tentu kekhawatiranmu itu benar, bisa saja hanya perasaanmu yang terlalu berlebihan. Intinya jangan sering merasa bersalah terlebih pada hal-hal yang pure bukan kesalahanmu atau tidak ada sangkut-pautnya denganmu. Ingat, diri kamu juga perlu penghargaan, khususnya dari diri sendiri.

And the last but not least, people pleaser akan selalu berpura-pura merasa baik-baik saja padahal sedang terluka. People pleaser akan selalu mencurangi diri sendiri dengan selalu tampil ceria seakan tanpa masalah. Bagi people pleaser galau dan perasaan sedih harus dibuang jauh-jauh dari kamus hidupnya. Padahal ya dear, setiap manusia pasti akan mengalami hal yang tidak baik-baik saja dan itu harus diakui. Selain itu, people pleaser juga menganggap konflik atau kontoversi adalah hantu yang sebisa mungkin harus dihindari. Meskipun artinya mereka harus berpura-pura setuju bahkan berpura-pura bahagia. No problem for them. Padahal pada kenyataannya hal tersebut sangat tidak baik terlebih untuk kesehatan mental. Bagaimana tidak? ketika kamu harus memendam ketidaksetujuan, perasaan tidak menyenangkan, atau unek-unek yang seharusnya dikeluarkan. Ingat ya, kamu punya hak untuk berbicara dan didengarkan.

Bagaimana dear, are you people pleaser? Jika kamu merasa sifat di atas ada dalam dirimu itu artinya mulai sekarang you must stop to be people pleaser. Mengapa harus berhenti? Tentu alasannya supaya hidupmu bisa lebih bahagia tanpa perlu berpura-pura.

Untuk berhenti menjadi people pleaser hal pertama yang harus kamu lakukan yaitu melupakan masa lalu. Ya, kamu harus berani melupakan masa lalu yang mengganggu dan menghalangimu untuk menjadi pribadi yang lebih maju. Kemudian, hal yang tidak kalah penting lainnya yaitu kamu harus mencintai diri sendiri. Mulailah untuk lebih mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain. Sebab dengan begitu kamu pasti akan melakukan hal baik untuk orang lain tanpa menyakiti diri sendiri.

Selanjutnya, kamu jangan memikirkan hal yang memang tidak perlu kamu pikirkan. Mulai dari sikap cueknya orang lain atau bahkan perilaku mereka. Hal terpenting adalah selagi kamu tidak melakukan kesalahan yang fatal kepada mereka, ya itu berarti bukan salahmu. Stop menganggap dirimu selalu bersalah. Kemudian beranilah untuk menolak permintaan orang lain ketika kamu merasa keberatan dan hendak menolaknya. Please ya mulai sekarang hilangkan perasaan “ngga enakan” karena lambat laun perasaan tersebut akan menyakiti dirimu sendiri. Ingat, berikan batasan kepada hal-hal apa saja yang harus kamu iyakan dan kamu tolak.

So, berani untuk berubah menjadi lebih baik dan bedakan antara to be a people person dengan to be a people pleaser agar kamu senantiasa sehat dan bahagia.

Don't be afraid of losing people. Be afraid of losing yourself by trying to please everyone around you


Komentar

  1. Your Affiliate Money Printing Machine is ready -

    And earning money online using it is as simple as 1...2...3!

    Here are the steps to make it work...

    STEP 1. Input into the system which affiliate products the system will promote
    STEP 2. Add some PUSH BUTTON TRAFFIC (this ONLY takes 2 minutes)
    STEP 3. See how the system grow your list and sell your affiliate products for you!

    Are you ready to make money ONLINE???

    Click here to launch the system

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Sosok Pendiri Tarekat Sufi Kubrawiyah

My First Impression about Filsafat

Orangtua Cerdas, Anak Berkualitas