Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

Menjemput Hidayah

Hidayah itu memang milik Allah Dan sepenuhnya menjadi hak prerogatif Allah. Meski begitu.. Manusia perlu usaha Manusia perlu berjuang Agar bisa menjemput hidayah dari-Nya. Memang.. Manusia hanya bisa berusaha Menguatkan niat dan azzam di dada. Karena pada hakikatnya.. Sekuat apapun manusia berusaha Hanya Allah yang dapat membolak-balikan hati manusia. Bila kita meminta dan memohon hidayah-Nya, tapi Allah belum berkehendak Maka hidayah itu tidak akan datang padanya. Namun sebaliknya, bila Allah berkehendak memberikan hidayah Sekuat apapun kita menjauh, maka hidayah itu pun akan tetap datang menghampiri Kita pun tidak dapat mengelak darinya. “ Hidayah itu dijemput bukan ditunggu ” Pernah nggak kamu dengar kalimat tersebut? Kalau kamu pernah dengar berarti kamu harus sadar kalau hidayah itu tidak akan bisa datang kalau tidak kita yang menjemputnya. Kata hidayah berasal dari kata al-Hadyu yang bermakna bimbingan hidup perilaku dan jalan sebagaiman...

Kaya Tidak Harus Banyak Harta

“Abu Hurairah r.a. ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “ Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta, akan tetapi kekayaanmu adalah kaya akan jiwa. ” (HR. Muslim) Dunia hanyalah tempat singgah untuk sementara waktu. Tidak ada suatu apapun di dunia ini yang kekal dan abadi. Semua hanya titipan dari-Nya yang sewaktu-waktu bisa saja diminta dan harus dikembalikan. Bahkan diri kita sendiri pun bukan milik kita. Pasti ada kalanya kita harus kembali kepada Sang Pencipta, Allah Azza wa Jalla. Salah satu titipan yang manusia dapatkan di dunia ini adalah harta. Siapa manusia yang tidak kenal dengan harta? Harta dapat menyelamatkan manusia dari siska neraka. Namun harta juga bisa menyesatkan manusia dari jalan-Nya. Harta yang digunakan untuk beribadah kepada Allah niscaya akan menyelamatkan manusia, begitupun sebaliknya. Perlu diketahui bahwa kekayaan yang dimiliki oleh seseorang bukan terletak pada harta yang berlimpah ruah. Pasalnya, banyak orang yang diberi...

Konseling Individual dengan Terapi Doa Setelah Salat Fardu

Seperti yang dikemukakan oleh Syamsu Yusuf dan A. Juntika Nurihsan (2008) bahwa konseling adalah hubungan tatap muka yang bersifat rahasia, penuh dengan sikap penerimaan dan pemberian kesempatan dari konselor kepada klien, konselor mempergunakan pengetahuan dan keterampilannya untuk membantu klien mengatasi masalah-masalah. Dalam proses konseling ada yang disebut dengan konseling individu dan konseling kelompok. Prayitno (1994) menjelaskan bahwa konseling individual adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara oleh seorang konselor kepada individu yang sedang mengalami masalah (konseli) dan bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien.Sedangkan Holipah (2011) mendefinisikan bahwa proses konseling individu memiliki pengaruh yang besar terhadap peningkatan klien karena pada konseling individu konselor berusaha meningkatkan sikap seseorang dengan cara berinteraksi selama jangka waktu tertentu dengan cara bertatap muka secara langsung untuk menghasilkan peni...