Kaya Tidak Harus Banyak Harta
“Abu Hurairah r.a. ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda: “Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta, akan
tetapi kekayaanmu adalah kaya akan jiwa.” (HR. Muslim)
Dunia hanyalah tempat singgah untuk sementara waktu. Tidak ada
suatu apapun di dunia ini yang kekal dan abadi. Semua hanya titipan dari-Nya
yang sewaktu-waktu bisa saja diminta dan harus dikembalikan. Bahkan diri kita
sendiri pun bukan milik kita. Pasti ada kalanya kita harus kembali kepada Sang
Pencipta, Allah Azza wa Jalla.
Salah satu titipan yang manusia dapatkan di dunia ini adalah harta.
Siapa manusia yang tidak kenal dengan harta? Harta dapat menyelamatkan manusia
dari siska neraka. Namun harta juga bisa menyesatkan manusia dari jalan-Nya.
Harta yang digunakan untuk beribadah kepada Allah niscaya akan menyelamatkan
manusia, begitupun sebaliknya.
Perlu diketahui bahwa kekayaan yang dimiliki oleh seseorang bukan
terletak pada harta yang berlimpah ruah. Pasalnya, banyak orang yang diberikan
nikmat berupa harta yang banyak oleh Allah tetapi ia tidak pernah merasa cukup
dengan pemberian Allah. Seseorang yang haus akan harta yang bersifat duniawi
pasti akan terus mencari harta demi terpenuhinya hasrat atau nafsu untuk mencapai
kekayaannya di dunia. Ia akan mencarinya melalui berbagai macam cara, entah
dengan cara yang halal atau tidak. Hingga pada akhirnya, tanpa ia sadari hanya
maut yang dapat menghentikannya.
“Aku menyadari bahwa aku adalah tamu di dunia ini. Harta adalah barang pinjaman. Saat aku pulang, semua pinjaman akan ku kembalikan.”
Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda: “Andai kata anak itu memiliki emas satu lembah,
niscaya ia pasti ingin memiliki satu lembah lagi. Tidak ada yang dapat mengisi
mulut (hawa nafsu) nya melainkan tanah (maut). Dan Allah menerima taubat siapa
saja yang bertaubat kepada-Nya.”
Kaya tidak harus banyak harta sebab kekayaan yang sebenarnya adalah
kekayaan jiwa yang mampu menerima dengan cukup segala pemberian Yang Maha Kuasa.
Hidup sederhana sehingga jiwanya selalu merasa tentram, bersyukur dan tidak
tamak terhadap gemerlap dunia.
Komentar
Posting Komentar