Keistimewaan Orang Berilmu


Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ini adalah tulisan untuk tugas ketiga saya pada mata kuliah Filsafat Islam di semester keempat ini. Tulisan ini sebenarnya merupakan naskah dari video ceramah saya yang telah saya unggah di akun youtube pribadi saya yang berdurasi kurang lebih sekitar 4 menit. Berikut adalah link yang dapat diakses untuk melihat video tersebut.

Check this out
ÉÉÉÉÉ

Dengan mengangkat tema tentang urgensi akal bagi umat manusia, video ceramah ini mengajak kepada kita –terutama umat muslim– untuk lebih menggali pengetahuan dengan akal yang telah dianugerahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Keistimewaan Orang Berilmu
Oleh : Nazri Tsani Sarassanti

Setiap manusia di dunia ini pasti dianugerahi akal oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Akal tersebut berfungsi untuk membedakan antara sesuatu yang benar dan salah. Menurut tinjauan Alquran akal adalah hujjah atau anugerah yang dapat membedakan antara manusia dengan makhluk ciptaan-Nya yang lain di muka bumi ini. Dalam ajaran Islam, akal memiliki peran yang tidak dapat dipandang sebelah mata sebab ajaran Islam tidak akan diterima dan dipercaya kecuali dengan akal manusia.

Namun perlu diketahui bahwasannya akal pun memiliki batasan dan titik kelemahan di antaranya banyak hakikat yang tidak bisa dijelaskan secara terperinci seperti mukzizat, ruh, karomah, jin, mimpi dan masih banyak lagi hal yang lainnya. Bukti ini menunjukkan bahwa akal tidak layak dijadikan sebagai sandaran utama untuk menetapkan suatu kebenaran yang hakiki.

Oleh sebab itu Allah azza wa jalla berfirman dalam Alquran surah Al-Ankabut ayat 43 yang berbunyi

وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ ۖ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلَّا الْعَالِمُونَ

Dan perumpamaan-perumpamaan ini kami buat untuk manusia. Dan tidak ada yang dapat memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.

Maksud dari firman Allah tersebut adalah bahwa tiada seorang pun yang dapat memahami dan merenungkan apa-apa saja maksud dari penciptaan Allah di muka bumi ini kecuali orang-orang yang memiliki ilmu dan berwawasan luas. Manfaat dari perumpamaan tersebut yaitu supaya manusia senantiasa memperdalam dan memperjelas pemahaman mereka kepada suatu perkara yang dirasa sulit oleh mereka. Itulah alasan mengapa akal tidak dapat dijadikan sandaran utama untuk menetapkan suatu kebenaran yang hakiki, karena tanpa ilmu akal yang dimiliki manusia tidak dapat mengetahui dan memahami segala bentuk penciptaan Allah di muka bumi ini.

Diriwayatkan dari Jabir, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat ini kemudian bersabda, “Orang alim ialah orang yang memahami tentang Allah ta’ala lalu mengamalkan ketaatan kepada-Nya dan menjauhi kemurkaan-Nya.

Keistimewaan dari orang yang berilmu dalam hal ini adalah ia dapat dengan mudah dibedakan dengan manusia yang lainnya. Sebab yang dijadikan tolak ukur untuk melihat seberapa mulia derajat manusia adalah ilmu yang dimilikinya.

Selain itu, untuk sebagian manusia dalam konteks karir keimanan atau kepercayaan ada yang berangkat dari ilmu yang kemudian mengarahkan kepada keimanan dan sebagian lain ada yang berangkat dari keimanan kemudian diarahkan untuk mencari ilmu.

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang berilmu dan senantiasa mengamalkan ilmu yang kita miliki sehingga menjadi manfaat untuk orang lain. Karena sebaik-baiknya amal perbuatan yang dapat menolong di kala kita telah wafat salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat. Tentunya ilmu yang bermanfaat tersebut didapat dari pengetahuan yang terus digali dengan akal yang telah dianugerahkan oleh-Nya. Aamiin.

Wallahu A’lam Bishawab.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Sosok Pendiri Tarekat Sufi Kubrawiyah

My First Impression about Filsafat

Orangtua Cerdas, Anak Berkualitas