Hijrah itu Tidak Instan


I’m not as good as you say. But I also wasn’t as bad as what comes in your heart.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”. (Q.S 2:218)

Kita semua pasti memiliki masa lalu, entah masa lalu yang baik ataupun buruk. Setiap kita pasti memiliki cerita yang tidak akan pernah bisa terlupakan, atau bahkan dari cerita masa lalu itu kita dapat melangkah menjadi pribadi yang lebih baik. Proses untuk menjadi baik itulah yang disebut dengan berhijrah. Seburuk apapun kita di masa lalu, kita tetap memiliki hak untuk memperbaiki masa depan. Karena masa depan kita sama sekali tidak dipengaruhi oleh masa lalu. Selama kita mau berjuang untuk memperbaiki dan meninggalkan setiap keburukan di masa lalu, kita pasti bisa meraih masa depan yang lebih cerah. Aamiin. In Syaa Allah.

Beneran kamu mau hijrah? Kok aku ga yakin ya? Masa secepet itu sih?

Jangan pernah meragukan niat seseorang untuk memulai hijrahnya. Karena kita tidak pernah tahu apa yang ada dalam hati setiap orang. Juga kita tak pernah tahu kapan hidayah itu datang kepadanya. Kita sebagai sesama umat muslim seharusnya mendukung dan memberikan semangat supaya niat saudara kita untuk berhijrah itu tetap istiqomah. Bahkan alangkah lebih mulianya ketika kita justru membantu dalam proses hijrahnya. Hijrah itu tidak secepat masak mie instan. Semuanya butuh proses.

Terus kalau udah hijrah kamu harus pakai kerudung yang besar-besar dong?

Hijrah bukan sekedar mengubah penampilan, tetapi juga berusaha untuk menata akhlak menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dan menjaga aurat merupakan salah satu dari menata akhlak bukan? Maka dari itu kita disarankan untuk mengenakan pakaian yang longgar dan jilbab yang menjulur hingga menutupi dada. Menjaga apa yang sudah menjadi kodratnya untuk dijaga merupakan suatu kewajiban yang harus dikerjakan setiap umat muslim. Jika kita belum mampu, pelan-pelan saja. Tidak harus langsung menggunakan kerudung yang besar. Semuanya butuh proses. Pahami dulu makna hijrah yang sesungguhnya, kelak dengan sendirinya kita akan memahami betapa pentingnya menjaga kehormatan yang kita miliki.

Tapi percuma kan ya kalau kamu sudah hijrah terus memakai pakaian yang longgar dan kerudung yang besar namun sifat burukmu masih sering dilakukan?

Tidak ada yang percuma dalam suatu proses. Mengubah sifat sejatinya tidak akan secepat mengubah penampilan. Karena sifat merupakan pembawaan seseorang yang telah menjadi kebiasaannya. Maka dari itu dalam proses berhijrah kita tidak hanya dituntut untuk mengubah penampilan saja melainkan juga berusaha untuk meninggalkan sifat buruk yang kita miliki. Semuanya butuh proses. Because the best among you’re those who have a certain most noble. Terus belajar dan berusaha adalah kunci yang paling utama. Memupuk iman dengan berbagai nilai keislaman adalah hal yang penting dan harus terus dilakukan. Begitupun dengan hati, sebisa mungkin kita harus menjaganya dari godaan setan yang menjelma menjadi nafsu dalam diri kita.

Tapi bukannya kamu dulu...

Amat banyak orang yang gemar mengomentari tanpa memberikan solusi dan amat banyak pula orang yang senang menghujat baiknya niat. Biarkan saja mereka berkomentar apa yang ingin mereka komentari. Pedih memang, namun Allah lebih mengetahui hati kita. Percayalah, kesabaran dan perjuangan yang kita lakukan dalam berhijrah akan menjadi pahala yang sangat besar jika kita melakukannya tulus atas dasar niat semata-mata untuk mendapatkan ridha Allah dan bukan untuk dilihat atau dipuji makhluk-Nya.

Menjadi dewasa tidak harus menuntut kita untuk berubah, tetapi perubahan yang baik akan selalu menuntut kita untuk menjadi dewasa. In Syaa Allah hidup kita akan menjadi lebih baik ketika kita telah berniat dan bersedia untuk berubah menjadi yang lebih baik. Luruskan niat dan bulatkan tekad karena Allah Ta’ala. Jangan tumbang hanya karena komentar sumbang. Jangan menyerah dan jangan mundur hanya karena dijauhi orang-orang yang sebelumnya dekat dengan kita. Karena yang sejati akan berdiri di garda terdepan untuk menyemangati dan mendukung apapun yang menjadi pilihan kita selama itu baik dan tidak melanggar syariat-Nya.

Semoga Allah senantiasa meluruskan niat kita dan semoga kita senantiasa istiqomah dalam menjalani proses hijrah. Karena pada hakikatnya hijrah itu mudah namun bagian yang tersulit adalah istiqomah.

Live as lush fruit trees; livingon the edgeof the road and pelted with stones, but rewarded with friut.

Wallahu'alam Bishwab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Sosok Pendiri Tarekat Sufi Kubrawiyah

My First Impression about Filsafat

Orangtua Cerdas, Anak Berkualitas