Maafkan Saja

Jika ada yang menyakitimu..

Berbicara soal maaf-memaafkan memang bukan perkara mudah untuk sebagian orang. Apalagi ketika hati sudah sangat tersakiti dan sulit melupakan kejadian yang telah terlewati. Terkadang rasanya ingin sekali membalas rasa sakit yang dialami oleh diri ini. Ingin membuat orang yang menyakiti merasakan sakit yang sama dengan apa yang kita alami.

Benci adalah pencukur; bukan pencukur rambut melainkan pencukur agama. Demi Zat yang jiwa Muhammad berada dalam genggaman-Nya, kalian tidaklah beriman sampai kalian mencitai. — Ibnu Al-Jauzi

Ketika kita tidak bisa dan tidak mampu untuk memaafkan kesalahan orang lain maka amat besar peluang dendam untuk timbul dan membekas di hati. Jika perlakuan baik seseorang kepada kita tidak dapat kita lupakan, maka seharusnya perlakuan buruk pun demikian bukan? Namun, kita—sebagai umat Rasulullah—disunahkan untuk berupaya keras mengikis berbagai hal yang buru—termasuk dendam—dari hati dengan cara memberikan maaf dan mengikhlaskannya. Bukankah Rasulullah—sejak 14 abad yang lalu—telah mengajarkan kepada kita untuk memaafkan kesalahan orang lain?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam memberikan wasiat kepada Jabir bin Sulaim, “Jika ada seseorang yang menghinamu dan mempermalukanmu dengan mengetahui segala sesuatu yang ada padamu, maka janganlah engkau membalasnya dengan sesuatu yang engkau ketahui ada padanya. Akibat buruk biarlah ia yang menanggungnya.” (HR.  Abu Daud No. 4084 dan Tirmidzi No 2722)

Ada cara lain yang lebih halus yang dapat kita gunakan untuk menterapi diri sendiri supaya mudah memaafkan orang lain di antaranya yaitu menyadari sepenuhnya bahwa ketika orang lain menyakiti maka akibat dan dosa akan ditanggung oleh dirinya sendiri dan kita akan mendapatkan beberapa keuntungan seperti diampuni dosa, diangkat derajat, dan menambah kesabaran. Selain itu ada cara yang lebih halus lagi yaitu dengan mendoakannya dan berusaha memperbaiki diri kita serta mengubah rasa sakit—dendam negatif—menjadi semangat untuk bangkit­—dendam positif. 

Dendam positif adalah buah dari kemampuan kita mengontrol diri agar jangan sampai energi, pikiran, dan kemampuan kita terbuang sia-sia untuk memikirkan dia yang sudah membuat luka dan derita. Dendam positif adalah bagaimana kita menggunakan ledakan energi negatif untuk tujuan yang positif dengan cara yang positif supaya hasilnya pun positif.

Oleh karena itu memaafkan merupakan satu langkah awal yang sangat penting untuk mengubah rasa sakit—dendam negatif—menjadi semangat untuk bangkit­—dendam positif. Tetaplah ingat bahwa memaafkan bukan berarti kita menerima atau mengubah status orang yang bersalah menjadi tidak bersalah karena orang yang salah tetaplah salah. Memaafkan juga tidak selalu identik dengan melupakan karena dengan melupakan berarti kita menolak untuk mengingat dan melupakan sangat berpotensi besar membuat diri kita mengalami (kembali) hal yang sama. Maafkan dan ikhlaskan, sehingga saat kita bertemu dengan orang yang telah menyakiti, kita dapat terus berbuat baik kepadanya dan tidak ada dendam apapun dalam diri kita. Sulit memang mengaplikasikan hal tersebut dalam kehidupan kita, tetapi apa salahnya jika mulai detik ini kita belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Bukankah tidak ada kata terlambat untuk belajar—terutama belajar memaafkan dan mengikhlaskan?

Memaafkan akan menjadi modal jiwa yang akan membantu kita mengubah hari ini dan mengubah masa depan. Memaafkan juga berarti kita telah berkomitmen untuk menciptakan kehidupan batin yang baru yang tidak dipenuhi benci, amarah, dan dendam. Inti dari memaafkan adalah jangan sampai kita merusak diri sendiri setelah diri kita dirusak oleh orang lain.

Satu hal penting lainnya yang perlu diingat bahwa kita hanyalah manusia biasa—bukan malaikat—yang pasti memiliki salah dan tempat segala khilaf. Tentu di antara kita pernah menyakiti dan tersakiti. Oleh karena itu mulai sekarang kita coba untuk memaafkan—tidak melupakan—dan mengikhlaskan kesalahan orang lain yang ada dalam kehidupan kita. Sehingga, semoga dengan demikian kehidupan kita menjadi lebih baik dan lebih tenang serta lebih bermakna dan penuh dengan kebahagiaan. Aamiin.

Wallahu’alam bishawab.

Komentar

  1. Your Affiliate Money Making Machine is waiting -

    Plus, making money with it is as simple as 1, 2, 3!

    Follow the steps below to make money...

    STEP 1. Tell the system what affiliate products the system will advertise
    STEP 2. Add PUSH BUTTON TRAFFIC (it takes JUST 2 minutes)
    STEP 3. Watch the system explode your list and sell your affiliate products all for you!

    Are you ready to start making money???

    Check it out here

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Sosok Pendiri Tarekat Sufi Kubrawiyah

My First Impression about Filsafat

Orangtua Cerdas, Anak Berkualitas