Menjadi Baik dengan Cara Berbeda
Setiap
orang pada dasarnya memiliki sifat baik, terlepas nantinya kebaikan tersebut
akan bertambah atau berkurang, semua tergantung dari dirinya sendiri. Namun
perlu kita ketahui bahwa kebaikan yang dihasilkan setiap orang tidak mesti sama
antara satu dengan yang lainnya. Setiap orang dapat menjadi sosok yang baik
dengan cara yang berbeda.
Beberapa
orang istiqomah untuk bangun di sepertiga malam dan mendirikan salat
tahajjud serta di pagi harinya menyempatkan waktu untuk mendirikan salat dhuha, tetapi
beberapa yang lainnya sulit sekali untuk bangun malam dan menyempatkan waktu di
pagi hari meskipun sudah berusaha dengan berbagai cara. Namun, mereka yang
sulit untuk melaksanakan hal tersebut ternayata senantiasa menjalankan ibadah puasa sunah
pada hari Senin dan Kamis sepanjang tahun.
Kemudian,
beberapa orang yang lainnya yang (masih) tidak bisa melakukan kedua hal tersebut, tetapi setiap
mereka berjalan, di mana pun itu, mereka selalu mengeluarkan hartanya untuk bersedekah
dengan murah hati kepada fakir miskin. Bahkan, tidak sedikit orang yang tidak
memiliki kekuatan untuk melakukan ibadah tambahan (amalan sunah), tetapi mereka
senantiasa mampu menjaga hati yang bersih dan wajah yang selalu tersenyum
kepada orang lain sepanjang waktu.
Jadi intinya?
Kita tidak sepantasnya
berpikiran bahwa mereka yang tidak melakukan apa-apa saja yang kita lakukan itu
tidak memiliki manfaat untuk orang lain atau bahkan lebih rendah derajatnya dari
kita. Sekali pun jangan sampai memiliki pikiran demikian. Apalagi jika kita
sampai berpikir bahwa tindakan yang kita lakukan itu lebih baik dari yang
mereka lakukan hingga pikiran tersebut memberikan label dalam diri kita
bahwa kita “lebih suci” dari mereka.
Ingat yaa.. Keturunan,
kekayaan, kecantikan, kemampuan, warna kulit, dan lain sebagainya yang ada
dalam diri kita bukanlah kriteria untuk menentukan kesalehan, ketakwaan, dan
kemuliaan kita di hadapan Allah.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ
إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا
وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ
اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Hai
manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang
perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu
saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu
disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah
Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. 49:13)
Selain
itu, kita perlu tahu bahwa ternyata ada banyak orang di seluruh dunia yang
mungkin lebih dekat dengan Allah karena mereka dapat menanggung kesulitan dan
mengatasi cobaan yang diberikan Allah lebih baik daripada kita. Mereka lebih sabar dan ikhlas dalam menerima segala ketetapan-Nya.
Bahkan
terkadang afiliasi kita dengan sebuah jemaah atau komunitas mana pun sudah
seharusnya menjadi sarana untuk memusnahkan ego dan kebanggaan diri. Seseorang
mungkin dapat berjalan melalui pintu surga dengan modal sangat sedikit dan
kehadirannya ketika hidup di dunia dianggap tidak penting. Sementara tidak
sedikit orang-orang dengan perbuatan yang jauh lebih besar justru binasa karena
kesombongan yang mereka pelihara.
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ
لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ
كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
“Dan
janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah
kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. 31: 18)
Oleh
karena itu harusnya kita senantiasa melihat setiap orang dari sudut pandang
yang baik. Sebab setiap orang memiliki potensi kebaikan dalam dirinya. Mereka dapat
menjadi baik dengan caranya sendiri. Selama hal yang mereka lakukan tidak
menyalahi syariat Islam? Maka kita sama sekali tidak memiliki hak untuk men-judge tindakan
yang mereka lakukan. Semoga
kita semua termasuk ke dalam golongan manusia yang senantiasa berpikiran
positif kepada orang lain dan tidak sekalipun menganggap bahwa diri kita ini
lebih hebat dari mereka. Aamiin.
Apapun yang aku tulis dan kalian baca di sini semata-mata hanya
sebatas apa yang ingin aku sampaikan demi menyiarkan kebaikan. Bukan bermaksud
untuk mengajari atau menggurui, karena aku juga bukan manusia yang berwawasan
tinggi dan semua ini hanya titipan ilahi. Makanya, yuk kita sama-sama
berusaha untuk beresolusi untuk menjadi manusia yang lebih berarti khususnya
untuk diri sendiri.
Your Affiliate Money Printing Machine is waiting -
BalasHapusPlus, earning money online using it is as easy as 1--2--3!
Here's how it works...
STEP 1. Tell the system what affiliate products the system will advertise
STEP 2. Add PUSH BUTTON traffic (it ONLY takes 2 minutes)
STEP 3. Watch the system grow your list and sell your affiliate products all on it's own!
Are you ready???
Your MONEY MAKING affiliate solution is RIGHT HERE