Antara Keinginan dan Kebutuhan
Begitu
besar cinta Allah kepada makhluk-Nya di muka bumi ini. Salah satu wujud
cinta-Nya adalah dengan memberikan kita beribu kenikmatan yang bahkan kita pun
tak pernah mampu menghitungnya.
Namun
bagaimana apabila ada pertanyaan, “Mengapa Allah tidak mengabulkan doaku?
Padahal aku selalu berikhtiar dan memohon kepada-Nya?”
Bukan!
Allah bukan sedang mengabaikanmu, Sayang. Allah sebenarnya senang, teramat
senang melihat seorang hamba yang terus menerus memohon dihadapan-Nya. Baiknya, memang kita yang harus sejenak merenungkan kalimat ‘penyesalan’ kepada-Nya tadi.
Terkadang
apa yang kita minta, kita inginkan, dan kita sebut dalam doa tidak terwujud
dalam bentuk nyata. Itu semua bukan karena Allah tidak mau atau enggan mengabulkan permintaan kita,
tapi justru Allah menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik menurut-Nya.
Apa
yang menurutmu baik, belum tentu yang terbaik menurut Allah
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Q.S 2 : 216)
Bagaimana?
Masih ingin menyangkal?
Itulah
mengapa, tak heran jika terkadang Allah menganti setiap permintaan kita dengan
suatu hal yang bahkan tak kita inginkan. Karena Allah tahu persis apa yang
sebenarnya kita butuhkan bukan apa yang yang kita inginkan.
Lalu
bagaimana seharusnya sikap kita? Menerima.
Terdengar
mudah apabila diucapkan, namun sulit untuk dilakukan. Tidak apa, Sayang. Itulah
kelemahan manusia. Namun kalau kita kembali kepada firman-Nya, tentu kita akan
siap menerima segala bentuk pemberian Allah kepada kita. Mulai dari yang kita
sukai, sampai yang tidak kita sukai sekalipun. Karena mencintai tak harus
selalu memberikan apa yang kita inginkan, bukan?
Nikmat
yang Allah beri adalah makna cinta dan kasih sayang yang sesungguhnya
Mencintai
yang sesungguhnya adalah menjaga dengan kasih sayang, bukan membiarkan kita
melakukan berbagai hal yang menyenangkan hati. Begitupun dengan cinta Allah
kepada hamba-Nya. Ia (Allah) berusaha menjaga kita dari hal-hal yang justru
akan menjerumuskan kita ke dalam jurang dosa dan penyesalan.
Bagaimana
cara Allah menjaga? Dengan memberikan kita segala hal yang terbaik menurut-Nya.
Karena
itu, sekalipun jangan sampai kita mengeluh atau menyesali apa yang telah Allah
beri. Ia (Allah) hanya ingin menjadikan kita sosok hamba yang pandai mensyukuri
nikmat dan menerima setiap keadaan dengan ridha. Sungguh, yakinkan
dirimu, Sayang, kalau Allah tidak pernah dan tidak ingin melihat hamba-Nya
dalam kesulitan dan kesusahan.
Bukankah
tidak ada hal yang lebih indah dalam hidup selain mensyukuri sekecil apapun
nikmat yang Allah berikan?
Apapun
kondisi kita saat ini, ingatlah bahwa Allah mengetahui segala sesuatu yang ada
dalam diri kita. Antara keinginan dan kebutuhan, kita hanya perlu tetap
melangitkan keduanya. Melangitkan dengan sepenuh hati, dibarengi dengan raga yang
terus berikhtiar tanpa henti dan hati yang senantiasa bertawakal untuk berserah
diri.
Wallahu’alam
bishawab.
Salam cinta.
Tetaplah menjadi hamba-Nya yang selalu bersyukur dan bahagia.
-Lilin Kecil-
Komentar
Posting Komentar