Time Will Heal
Untuk harapan yang sempat pupus karena keadaan.
Untuk mimpi yang harus terhenti karena kondisi.
Dan untuk rencana yang tak sempat terlaksana.
Kita semua tahu, 2020 bukan tahun yang mudah untuk dilewati. Begitu banyak perjuangan dan pengorbanan yang harus dijalani.
Banyak pengusaha yang terpaksa menutup perusahaannya.
Banyak pegawai yang terpaksa kehilangan pekerjaannya.
Juga tidak sedikit yang harus ikhlas dan menerima kepergian orang-orang yang dicintainya.
Mungkin, 2020 adalah tahun terberat. Sebab tak ada satu pun dari kita yang menyangka akan terjebak dalam situasi seperti saat ini.
Saat kehidupan berubah dan kita harus siap untuk beradaptasi dengan
semuanya.
Saat banyak peraturan dan kebijakan yang ditetapkan dan
mengatasnamakan ‘demi kebaikan bersama’.
Dari hal yang dianggap tak biasa menjadi familier untuk dilakoni dalam waktu lama.
Bahkan, sampai hitungan jam 2020 akan berlalu pun semua belum kembali seperti dulu lagi.
Kecewa, marah, kesal, sedih. Ya. aku yakin setiap kita pasti merasa demikian.
Untukmu yang membaca tulisanku..
Kamu hebat! Kamu kuat!
Lihatlah betapa hebatnya dirimu yang masih bisa bertahan dalam
masa-masa sulit ini.
Dihujam ombak berkali-kali pun kamu masih kokoh berdiri.
Aku paham bagaimana kekecewaanmu.
Aku mengerti bagaimana hancurnya dirimu.
Dan aku merasakan bagaimana sedihnya perasaanmu.
Sekali lagi, itu semua wajar dan tak perlu dihakimi.
Namun, bukankah begitu banyak hikmah yang bisa kita petik dari semua kejadian ini?
Yakinlah, bahwa tak ada satu pun kejadian yang tidak meninggalkan
hikmah.
Bila kamu mengatakan "Tidak ada hikmah apapun, semuanya
kacau!"
Bukan, bukan seperti itu konsepnya. Aku yakin kamu hanya belum menemukannya.
Percayalah waktu akan menyembuhkan semuanya.
Kita hanya diminta untuk sedikit (lagi) lebih bersabar dan bertahan.
Tuhan tahu bahwa kita mampu.
Itu sebabnya, mata kita masih bisa melihat warna-warni dunia. Hati kita masih bisa merasa. Naluri kita masih berbicara. Dan hidung kita masih bebas menghirup oksigen tanpa biaya.
Sekali lagi, meski tak semanis yang dibayangkan.
Rasanya kita perlu mengucapkan terima kasih kepada 2020.
Setidaknya untuk setiap cerita yang tercipta tanpa rencana
sebelumnya. Sehingga kita bisa belajar banyak dari semuanya.
Untuk pengalaman hidup yang datang secara tiba-tiba sehingga nanti tak lagi membuat kita terkejut sejadi-jadinya.
Dan untuk kehadiran banyak orang-orang baru dalam hidup, meski hanya ditemui secara virtual melalui social media.
Meski sempat dipatahkan se-patah-patah-nya, namun jangan ragu untuk tetap menggantungkan harapan di tahun mendatang, ya.
Bukan tak belajar dari kesalahan. Sebab menurutku 2020 bukanlah sebuah kesalahan.
2020 adalah takdir Tuhan yang menyadarkan kita akan banyak hal, termasuk cara memaknai kehidupan.
Satu hal yang pasti diharapkan oleh miliaran manusia di dunia, “2021
semoga lebih baik”.
Komentar
Posting Komentar