Engkaulah Pintu Surga bagi Anak-Anakmu

Alhamdulillah aku masih diberikan kesempatan untuk bisa melanjutkan tulisanku yang sempat terputus beberapa waktu. Tulisan ini merupakan part 3 dari “Ibadah Seumur Hidup” yang mungkin sudah sempat kalian baca. Selain itu, sebelumnya aku juga sudah post part 2 nya yang berjudul “Untukmu yang (Akan) Menjadi Seorang Pemimpin Keluarga”. Tulisan kali ini aku khususkan untuk para akhwat yang nantinya akan menjadi seorang isteri sekaligus Ibu dan pintu surga bagi anak-anaknya. Aamiin.

Ukhti, tahukah kamu apa yang paling dibutuhkan anak-anakmu kelak? Mereka butuh sosok Ibu yang bisa mendidik mereka dengan baik, sosok Ibu yang dapat menjadi tempat mereka mencurahkan segala isi hati dan keluh kesah di saat sedih maupun senang. Mereka membutuhkan pelukan yang hangat dan menentramkan. Mereka butuh sosok teladan yang bisa mereka banggakan dan dikenang sepanjang kehidupan.

Ukhti, mulai saat ini cobalah untuk mempelajari agama dengan baik. Sungguh, berkeluarga adalah ibadah seumur hidup dan ibadah yang paling lama jika engkau tidak bisa menikmatinya. Menjadi sosok Ibu yang baik merupakan ladang pahala tersebesarmu. Sebab menikah bukan hanya soal saling mencintai dan menyayangi kepada pasangan, tetapi juga soal belajar menyelaraskan visi dan misi bersama untuk menghasilkan generasi rabbani yang selalu berada di jalan-Nya.

Ukhti, perlu kalian ketahui juga bahwa bayi yang (akan) lahir dari rahimmu itu suci dan tidak ternodai dengan setitik dosa pun (meskipun orangtuanya penuh dosa). Dari kesucian tersebut, engkau dan pasanganmulah yang nantinya akan memberikan warna-warna indah. Oleh karena itu penuhilah segala haknya tanpa lupa mengingatkannya untuk menunaikan kewajiban sebagai makhluk Allah di muka bumi.

Ukhti, jangan pula engkau lupa bahwa mereka (anak-anakmu) adalah amanah dari dari Allah yang pasti akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah kelak. Oleh karena itu tugas sebagai orangtua, khusunya Ibu, tidak hanya selesai ketika mengantarkan anaknya pada gerbang kesuksesan dunia. Tetapi lebih dari itu, tugas terberatnya adalah mengantarkan mereka (anak-anakmu) sampai pada gerbang kesuksesan akhirat.

Al-ummu madrasatul ula’, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq

Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, bila engkau mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, maka sejatinya engkau telah mempersiapkan generasi terbaik.

Oleh karena itu, bagi para akhwat yang belum menikah sungguh kesempatanmu untuk menjadi seorang isteri dan Ibu yang baik masih terbuka lebar. Pelajari ilmu agama sebagai pedoman hidup dan jangan malu untuk belajar kepada mereka yang telah berpengalaman. Sebab harus engkau ketahui bahwa kecerdasan seorang Ibu akan turun kepada anak-anaknya kelak.

Semoga kita semua termasuk para akhwat yang senantiasa mau belajar dan berusaha untuk menjadi sosok isteri sekaligus Ibu yang baik baik suami dan anak-anak kita kelak. Aamiin. Aku berharap kalian dapat mengambil hal baik dari tulisan ini dan buang jauh-jauh hal buruk yang ada di dalamnya. Terima kasih telah menyelesaikan 3 part tulisan ini. Semoga semuanya membawa manfaat untuk diri saya pribadi dan untuk kalian para pembaca.

Wallahu’alam bishwab.

Komentar

  1. Do you understand there is a 12 word phrase you can communicate to your crush... that will induce intense feelings of love and impulsive appeal for you deep within his heart?

    Because hidden in these 12 words is a "secret signal" that triggers a man's impulse to love, idolize and protect you with his entire heart...

    12 Words Who Fuel A Man's Love Instinct

    This impulse is so built-in to a man's mind that it will drive him to try better than before to make your relationship as strong as it can be.

    In fact, fueling this all-powerful impulse is so essential to achieving the best possible relationship with your man that the second you send your man one of the "Secret Signals"...

    ...You'll soon find him expose his mind and soul to you in a way he never experienced before and he'll identify you as the only woman in the world who has ever truly interested him.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Sosok Pendiri Tarekat Sufi Kubrawiyah

My First Impression about Filsafat

Orangtua Cerdas, Anak Berkualitas